Lama sekali rasanya menunggu IU untuk datang dengan sebuah gelaran konser di negara-negara tetangga. Nggak mau nyebut Indonesia soalnya sudah semacem pasrah aja. IU mungkin punya fandom yang luar biasa besar di Korea Selatan karena semua generasi dari yang masih remaja sampai dewasa menyukainya. Tapi di Indonesia, mungkin agak sulit untuk mengumpulkan crowd sebanyak itu. Nggak heran kalau IU akhirnya bolak-balik cuma ke Hong Kong (yang paling dekat sini) untuk konser tunggal. Ketika penyanyi bernama asli Lee Ji Eun itu mengumumkan konser ulang tahun ke-10 debutnya tahun 2018 ini, rupanya IU ingin menyapa lebih dekat penggemarnya di beberapa negara Asia Tenggara selain Hong Kong. Konser ‘dlwlrma’ digelar di Singapura dan Bangkok di hari yang berturut-turut pada 15 dan 16 Desember 2018. Creative Disc beruntung bisa mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan Promotor ONE Production dan menyaksikan langsung konser berjudul lengkap 2018 IU 10th Anniversary Tour Concert In Singapore tersebut.

“Ini adalah konser pertamaku di Singapura,” kata IU dalam Bahasa Inggris yang lumayan fasih. Meski panggungnya nggak sebesar konser-konser boyband seperti EXO misalnya, namun IU sangat bisa membius para penonton untuk menikmati setiap musik live yang ditampilkannya dari atas panggung tersebut. Di setiap konsernya, IU selalu menampilkan setlist yang berbeda-beda. Ada satu penampilan khusus yang sengaja dipersiapkan IU dalam setiap penampilannya di konser ‘dlwlrma’ ini. Tapi tentu saja kita nggak bisa berharap dia akan melakukan encore panjang seperti di Korea Selatan yang konsernya bisa bertahan sampai lima jam itu. Dua sampai tiga jam pun sudah bersyukur. Hihihi…

IU membuka konsernya dengan lagu ‘The Red Shoes’. Seperti konser-konser KPop pada umumnya, diputar terlebih dahulu video yang memberikan gambaran tentang keseluruhan konser ini. IU seperti muncul dari dalam video, masuk ke panggung dengan kostum yang sama dengan yang digunakannya dalam video tersebut. Kemudian dalam hitungan detik, dia sudah berganti busana ketika menyanyikan lagu berikutnya yang lebih mellow berjudul ‘Cruel Fairy Tale’ dan dilanjutkan dengan lagu yang jadi judul konsernya ‘dlwlrma’.

Penyanyi yang debut di tahun 2008 itu sempat menjelaskan juga bahwa konser ini dikemas dalam sebuah cerita yang ketika disaksikan seperti sedang menonton sebuah film, namun filmnya terbagi dalam berbagai genre.

“Konser hari ini akan sangat menyenangkan!” janjinya. Dan ya, memang menyenangkan banget! Soalnya setelah itu dia membawakan beberapa lagu termasuk ‘Good Day’ yang pastinya sudah ditunggu-tunggu oleh semua fans. Lagu ini adalah lagu yang membuat namanya melambung di Korea Selatan dan jadi lagu yang tak pernah absen dibawakannya dalam berbagai kesempatan. IU juga membawakan lagu ‘Every End of the Day’ sebelum itu, sebuah track dari album perayaan ulang tahunnya yang ke-20 beberapa tahun lalu.

Lagu spesial yang dibawakan IU dalam penampilannya di STAR THEATER di Singapura adalah ‘Love’ milik Karen Mok. Memang dia sengaja membawakan lagu yang setidaknya diketahui oleh para penonton setempat sehingga mereka pun bisa ikut bernyanyi dalam bahasa sendiri. Tapi kalau mau bernyanyi bersama IU dalam Bahasa Korea, IU sudah menyiapkan lagu berjudul ‘Meaning of You’ yang diambil dari album ‘A Flower Bookmark’. Ini adalah lagu lama yang di-remake IU dan dinyanyikan bersama penyanyi senior Kim Chang Wan. Karena sang penyanyi senior tidak hadir maka penontonlah yang kebagian menyanyikan bagian suara laki-laki dalam lagu ini. Di layar pun sudah disediakan lirik lagunya. Seru banget nggak?

Salah satu lagu istimewa yang dibawakan IU di konser Singapura malam itu adalah lagu ‘Gloomy Clock’. “Lagu ini sebenarnya tidak ada di setlist konserku,” katanya. “Tapi belakangan aku banyak memikirkan tentang ini dan lagu ini memberikan perasaan nyaman untukku dan aku harap (dengan menyanyikannya) rasa rinduku bisa sampai ke orang tersebut,” katanya. Lagu ini memang jadi sangat personal karena ‘Gloomy Clock’ dinyanyikan IU bersama mendiang Jonghyun ‘SHINee’. Jonghyun juga yang menciptakan lagu ini. Jadi jelas IU merujuk kepada Jonghyun ketika akan menyanyikan lagu tersebut ditambah lagi Desember adalah hari kematian sang vokalis SHINee. Dia pun mengganti mikrofon warna ungunya ke warna biru (warna fandom SHINee) ketika membawakan ‘Gloomy Clock’.

Beberapa lagu lain yang dibawakan setelah itu seperti ‘The Story Only I Didn’t Know’ dan lagu debut IU ‘Mia (Lost Child)’ juga memberikan nuansa nostalgia buat para penggemar. IU menampilkan sisi seksinya ketika membawakan lagu ‘Twenty-Three’ dari album ‘CHAT-SHIRE’. Beberapa lagu dari album yang sama juga dibawakan secara live dengan variasi musik yang benar-benar memanjakan telinga seperti ‘Glasses’ (dia memakai kaca mata saat menyanyikan lagu ini) dan juga ‘Zeze’ yang sempat jadi kontroversi beberapa tahun yang lalu. Kedua lagu itu kemudian disusul oleh lagu terbaru IU ‘BBIBBI’.

UAENA (fans IU) di Singapura akhirnya bisa mendengarkan versi akustik dan versi original dari lagu ‘Palette’ meski tanpa suara G-Dragon. Suasana semakin dibuat meriah ketika beberapa marshmallow hidup naik ke atas panggung dan menyanyikan lagu yang dirilis tahun 2009 itu bersama dengan IU. Tak lupa IU juga menyanyikan salah satu lagu lamanya yang berjudul ‘Boo’ dalam kesempatan tersebut. Sekaligus mengenang masa-masa remaja IU di awal kariernya dulu. Gemas!

Dia mengajak para penggemarnya untuk merayakan Natal lebih cepat sepuluh hari dengan membawakan lagu berjudul ‘Merry Christmas in Advance’. Lagu ini kemudian dilanjutkan dengan lagu remake lainnya berjudul ‘Last Night Story’ dan ‘You and I’. IU menutup konser 2018 IU 10th Anniversary Tour Concert In Singapore dengan dua kali encore. Di encore pertama dia membawakan dua lagu mellow ‘Through The Night’ dan ‘Dear Name’. Di mana IU tampil dalam balutan gaun putih yang membuatnya tampak sangat anggun. Kemudian di encore kedua dia membawakan lagu ‘The Shower’ dan ‘Heart’.

Puas banget menyaksikan konser ini dan mendengarkan IU menyanyi secara live semua lagu-lagu tersebut! Semoga nanti ada kesempatan untuk mampir ke Indonesia ya!

Special Thanks to ONE Production (Rock Records Singapore)